Berbeda dengan tegangan geser pada pegas tarik/tekan, kumparan pegas torsi mengalami tegangan lentur selama operasi, dan titik konsentrasi tegangan berada di sisi dalam kumparan. Perhitungannya memerlukan pertimbangan tambahan terhadap faktor koreksi kelengkungan serta tegangan lentur maksimum bahan, sehingga rumusnya lebih kompleks. Dalam skenario torsi tinggi, tegangan di sisi dalam sangat berisiko melebihi batas, yang merupakan area berisiko tinggi terjadinya patah lelah.
Secara teoretis, sudut puntir berbanding lurus dengan torsi. Namun, pada puntiran sudut besar secara aktual, diameter kumparan pegas akan menyusut dan jumlah kumparan efektif akan berubah, sehingga menyebabkan torsi menyimpang dari nilai teoretis. Untuk skenario presisi tinggi seperti instrumen presisi dan katup pengatur, diperlukan koreksi iteratif berulang terhadap diameter kawat dan parameter kumparan, yang mengakibatkan biaya penyetelan menjadi tinggi.
Pegas puntir dibagi menjadi tipe tangan kiri dan tangan kanan. Arah puntir kerja harus konsisten dengan arah ulir pegas (ketika arah puntir sesuai dengan arah ulir, pegas akan melingkar rapat pada mandrel dan torsi tetap stabil). Desain arah ulir yang salah akan langsung menyebabkan diameter kumparan membesar, torsi turun drastis, bahkan dapat menyebabkan lengan puntir lepas dan gagal.
Akar yang menghubungkan lengan torsi dan kumparan merupakan area konsentrasi tegangan utama kedua, yang rentan mengalami patah akibat torsi berulang dalam jangka panjang. Perlu mengoptimalkan lengkungan transisi, panjang lengan torsi, dan sudut penyangga guna menyeimbangkan efisiensi transmisi gaya dan umur pakai kelelahan. Biaya simulasi dan verifikasi tegangan untuk lengan torsi berbentuk khusus lebih tinggi.
Sebagian besar skenario aplikasi memiliki ruang pemasangan yang terbatas. Diperlukan memenuhi persyaratan torsi, sudut torsi, dan masa pakai secara bersamaan dalam batas diameter dalam, diameter luar, serta panjang aksial yang terbatas. Hal ini sering kali memerlukan beberapa iterasi terhadap parameter seperti diameter kawat, jumlah lilitan kumparan, dan diameter kumparan guna menyeimbangkan kinerja dan dimensi pemasangan.