Pegas antena, juga disebut pegas pemasangan antena jenis whip, dipasang di bagian bawah antena kendaraan untuk melindungi antena dari getaran dan ayunan saat berkendara, serta memastikan stabilitas—menjaga antena tetap tegak lurus. Yisen Spring memproduksi berbagai jenis pegas antena, termasuk bentuk silinder dan bentuk tong (diameter lebih kecil di kedua ujungnya dan diameter lebih besar di bagian tengah), yang memberikan pemanfaatan ruang lebih tinggi, ketahanan terhadap resonansi, serta stabilitas yang ditingkatkan. Kami menyediakan berbagai ukuran khusus, pilihan perlakuan permukaan, serta pemeriksaan menyeluruh yang mencakup pengujian gaya pegas, pengujian lentur, serta pengujian ketahanan terhadap karat, korosi, dan sinar UV.
Pegas antena biasanya terdiri dari dua bagian—penutup ujung dan pegas tengah—yang dapat dengan mudah dikunci ke dasar logam kendaraan. Pegas antena buatan Yisen dirancang dan dikembangkan untuk tahan terhadap lingkungan keras. Berdasarkan berbagai skenario dan kebutuhan panjang antena, pegas antena dapat dikategorikan menjadi pegas antena tugas ringan, tugas sedang, dan tugas berat, yang cocok untuk berbagai aplikasi seperti kendaraan off-road, kapal, dan peralatan komunikasi.
Dudukan pegas buatan Yisen mampu menopang antena berat, memberikan stabilitas lebih besar pada kecepatan jalan raya dibandingkan pegas antena biasa lainnya. Setiap antena harus dilengkapi dengan dudukan pegas antena.
Fitur Produk
Bahan:
Pegas: 17-7 PH, SUS304, Baja Karbon Tinggi
Penutup Ujung: Baja Tahan Karat, Aluminium, Kuningan, Baja, Besi
Ulang dalam: Standar 3/8"-24, 1/2"-12, M10, M12, M14 atau Disesuaikan
Sekrup, mur, dan washer pegas tersedia sebagai aksesori.
Perlakuan permukaan: Oksida Hitam, Pasivasi, Penyemprotan Cat, Pelapisan Serbuk, Elektroforesis, Elektroplating (seng, nikel, dan krom, dll.)
Jangan biarkan tragedi antena yang patah terjadi pada Anda! Pasang segera pegas antena untuk melindungi peralatan komunikasi radio dan kendaraan Anda dari kerusakan tak disengaja!
Setiap antena harus dilengkapi dengan dudukan pegas antena.
Dirancang untuk antena batang (whip) yang lebih kecil, ringan, dan sangat fleksibel, pegas ini memberikan respons yang sangat baik terhadap getaran kecil. Dengan diameter kawat berkisar antara 2,5 mm hingga 3,8 mm, pegas ini ideal untuk mobil penumpang standar, perangkat komunikasi kompak, serta aplikasi di mana hambatan mekanis minimal diperlukan agar antena tetap tegak.
Direkayasa untuk mencapai keseimbangan antara fleksibilitas dan kekuatan, pegas sedang memiliki diameter kawat antara 4,0 mm hingga 7,5 mm. Pegas ini sangat cocok untuk antena fiberglass atau baja berukuran sedang yang digunakan pada SUV, truk ringan, dan kendaraan utilitas, memastikan antena tetap stabil pada kecepatan jalan raya sekaligus mampu melengkung secara aman ketika menabrak rintangan di atas seperti langit-langit garasi atau cabang pohon yang menjuntai rendah.
Dibuat untuk ketahanan maksimal di lingkungan ekstrem, pegas tahan banting menggunakan diameter kawat tebal mulai dari 8,0 mm hingga 10,0 mm guna menopang antena taktis atau maritim berukuran besar dan berat. Dudukan pegas yang kokoh ini memberikan ketahanan unggul terhadap beban angin intens, getaran keras, serta benturan hebat, menjadikannya pilihan utama untuk kendaraan off-road, peralatan komunikasi militer, dan kapal laut.
Ini adalah aplikasi yang paling umum. Pada kendaraan off-road, SUV, truk, dan mesin pertanian (misalnya traktor), pengemudi sering memasang radio mobile, radio CB, atau antena GPS. Saat melaju melalui hutan lebat atau medan berbukit, antena tinggi dapat dengan mudah menabrak dahan-dahan rendah atau penghalang ketinggian bebas. Basis pegas tahan banting menyerap benturan-benturan ini, memungkinkan antena lentur dan kembali ke posisi semula tanpa merusak antena atau mengganggu pemasangan antena pada kendaraan.
Kendaraan lapis baja militer, jip taktis, dan kendaraan komando mobile memerlukan keandalan tinggi. Antena komunikasi taktis HF/UHF mereka harus tetap utuh saat melintasi medan pertempuran atau lingkungan ekstrem. Basis pegas kelas militer, yang terbuat dari baja tahan karat atau paduan berkekuatan tinggi serta tahan korosi, memastikan sistem komunikasi tetap beroperasi selama pergerakan berkecepatan tinggi dan getaran parah.
Pada kapal kecil hingga menengah, kapal cepat, kapal penangkap ikan, dan kapal patroli lepas pantai, antena VHF dan GPS mengalami tekanan mekanis terus-menerus akibat hempasan gelombang dan kondisi laut yang kasar. Basis pegas mengurangi kelelahan akibat tekanan dari benturan gelombang. Selain itu, dengan perlakuan permukaan khusus (seperti elektropolishing atau pelapisan krom), antena tersebut mampu bertahan terhadap paparan jangka panjang semprotan garam dan lingkungan laut yang keras.
Pegas: Baja tahan karat 17-7 PH, SUS304, dan Baja Karbon Tinggi.
Penutup Ujung: Baja tahan karat, Aluminium, Kuningan, Baja, dan Besi.